Nama : Meli Silviana
Kelas
: MPI 2C
Nim : 1603036126
Dosen :Mukhamad Rikza
Makul :Falsafah kesatuan ilmu
A. Surah Al-A’raaf
ayat 101-102 tentang kesatuan ilmu
تِلْكَ الْقُرَى نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَائِهَا وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا مِنْ قَبْلُ كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِ الْكَافِرِينَ (١٠١) وَمَا وَجَدْنَا لأكْثَرِهِمْ مِنْ عَهْدٍ وَإِنْ وَجَدْنَا أَكْثَرَهُمْ لَفَاسِقِينَ (١٠٢
101.
negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian dari
berita-beritanya kepadamu. dan sungguh telah datang kepada mereka Rasul-rasul
mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, Maka mereka (juga) tidak beriman
kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya. Demikianlah Allah mengunci mata hati orang-orang kafir.
102.
dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami
mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik.
Setelah menceitakan kepada Nabi-nya mengenai
kisah kaum Nabi Nuh, Hud,Shalih,Luth dan Syu’aib, serta pembinasaan yang dia di
lakukan terhadap orang-orang kafir dan penyelamatan yang dia lakukan terhadap
orang-orang yang beriman, Allah menyampaikan alasan kepada mereka bahwa dia
telah menjelaskan kebenaran melalui hujjah-hujjah yang di sampaikan oleh lisan
para Rasulnya shalawatullah ‘alaihim ajma’in.
Maka allah berfirman: tilkal quraa naqushshu
‘alaika (“ negeri-negeri [ yang kami binasakan itu] kami kisahkan kepadamu.”)
min anbaa-iHaa (“ sebagaian dan berita-beritanya”) artinya hai Muhammad, telah
kami ceritakan berbagai berita mengenai negeri-negeri tersebut.
Wa laqad jaa-atHum rusuluhum bil bayyinat (“
dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa
bukti-bukti yang nyata,”) yaitu hujjah-hujjah atas pembenaran mereka terhadap
apa yang telah mereka [para rasul] sampaikan sebagaimana firman allah berikut
ini; “ Dan kami tidak akan mengadzab sebelum kami mengutus orang rasul
(QS.Al-Israa’: 15 ).
Dan firmannya: famma kaanu liyu’minuu bimaa
kadzdzabuu min qablu (“ maka [mereka] juga tidak beriman kepada apa yang
dahulunya mereka telah mendustakannnya,”) huruf Ba disini adalah ba’ sababiyah.
Artinya mereka tidak akan beriman terhadap apa yang telah di bawa rasulullah
kepada mereka di sebabkan kedustaan mereka terhadap kebenaran yang pertama kali
di sampaikan kepada mereka. Demikian di kisahkan oleh ibnu ‘Athiyyah’. Dan ini
merupakan pendapat yang baik seperti halnya firman allah : “ Dan apakah yang
memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan
beriman. Dan begitu pula kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti
mereka belum pernah beriman kepadanya pada pemulaannya.”
(QS.Al-An’aam:109-110).
Oleh karena itu disini allah berfirman:
kadzaalika yathma’ullahu ‘alaa quluubil kaafiriina wamaa wajadnaa li aktsarihim
(“ Demikianlah allah mengundi mati hati orang-orang kafir.dan kami tidak
mendapati kebanyakan mereka.”) yaitu kebanyakan dari umat-umat terdahulu ; min
‘aHdiw wa iw wajadnaa aktsarahum lafaasiqqin (“ yang memenuhi janji.
Sesungguhnya kami mendapati kebanyakan dari mereka justru fasik, keluar dari
ketaatan,ketundukan serta perjanjian yang telah tabi’at serta fitrahnya di atas
itu ketaatan dan ketundukan,”)
Dan allah telah mengambil persaksian mereka,
ketika mereka masih berada dalam tulang sulbi. Bahwa allah adalah Rabb dan
penguasa mereka dan bahwasannya tidak ada ilah (yang berhak untuk dahi) selain
dia semata. Dan mereka pun telah mengakui dan bersaksi terhadap diri mereka
sendiri namun mereka melanggar dan mengabaikannya
Alam shahih muslim, allah berfirman : “ sesungguhnya aku
telah menciptakan hamba-hambaku dalam keadaan hanif (lurus). Lalu datang
syaitan-syaitan kepada mereka dari agama mereka dan menyimpangkan mereka dari
agama mereka, serta mengharamkan bagi mereka apa yang telah aku halalkan bagi
mereka.” (HR.muslim).
B. Tafsir hadis
tentang kesatuan ilmu
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ
شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
“ Dan apakah
orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduannya
dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduannya. Dan
dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakan mereka juga
tidak beriman”
Dalam ayat di
atas telah menjelaskan bahwa ayat agama telah di dukung ilmu pengetahuan
sebagai argumentasi rasional yang mampu meyakinkan masyarakat terhadap dogma
agama yang ada. Di situ telah menunjukkan bahwa ilmu sebagai penguat dogma yang
ada sejak dulu, sains telah memberikan penjelasan yang sedetail mungkin
terhadap teks.
Dalam hadis di
atas setidaknya dapat kita pahami, bahwa ada integrasi antara ilmu agama dalam
hal ini tafsir dan hadis sebagai bagian dari sains atau ilmu pengetahuan,
karena tidak mungkin kita memahami agama tanpa ilmu.mencari ilmu dari ayunan
sampai liang lahat membuktikan adanya persentuhan antara pemahaman mencari ilmu
sebagai sain dan sampai urusan kematian yang konsen dalam ilmu agama, baik
dalam tafsir maupun hadis.